Waduh! Pelatda Muaythai Jabar, di Hentikan Soal Audit Belum Beres


SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Muaythai Jawa Barat, untuk sementara dihentikan, sampai selesai pelaksanaan audit, hingga persoalan audit clear and clean.


Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Jawa Barat Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengatakan, alasan pelatda Muaythai dihentikan sementara, karena semua peralatan untuk latihan para atlit, hari ini harus di bawa ke Sekretariat KONI Jabar, sesuai keperluan audit.

“Hari ini semua peralatan kami bawa ke KONI Jabar untuk di audit. Karena alasan peralatan latihan para atlit, dipermasalahkan oleh tim audit internal KONI Jabar, selain itu kami melihat ada tendensius terhadap Cabor Muaythai, padahal cabor muaythai sudah berupaya untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin di PON Papua. Juga demi menjaga martabat Jawa Barat di tingakt nasional,” ucap Evi kepada beritaaktualnews.com Kamis (10/9/2021).


Menurut Evi, tim audit internal KONI Jabar tidak perlu mengancam kepada Cabor Muaythai, atas temuan tim audit, untuk di bawa ke ranah hukum.
Padahal, peralatan latihan untuk atlit muaythai, yang hilang dan rusak, karena dipakai untuk eksistensi latihan seluruh atlit muaythai selama pelaksanaan pelatda, merupakan hal yang wajar. Kecuali peralatan itu tidak di pergunakan latihan.

“Dengan dibawanya peralatan latihan ini, Pengprov tidak bertanggungjawab terhadap terhentinya pelatda, termasuk honor pelatih,” tegasnya.


Ia juga meyebutkan, ada yang janggal dari tim audit internal KONI Jabar, yang terkesan tidak transparan, terkait hasil audit, yang seharusnya diberitahukan untuk diperbaiki, dan ada berita acara yang harus ditandatangani Ketum Pengprov Muaythai Jabar.


Bahkan lanjut Evi, ketika dipertanyakan hasil audit tersebut, justru balik mengancam untuk di bawa ke ranah hukum, dan ada kata-kata yang tidak wajar dan sepantasnya, keluar dari tim audit internal KONI Jabar, yang secara pribadi menantang duel, jika Pengprov Muaythai Jabar tidak puas dengan hasil audit.


“Semestinya sih kita diberitahukan hasil audit itu, untuk kita perbaiki, kan mekanismenya seperti itu. Eh malah mengancam mau di bawa ke ranah hukum, dan katanya Pengurus Muaythai Jabar nangtang. Padahal anggaran yang dipergunakan muaythai hanya 0,3 persen dari total anggaran KONI Jabar, yang bersumber dari dana Hibah Pengprov Jabar. 


Kami bersama dengan cabor lain, dan seluruh tokoh Jabar, serta pemerhati dan pecinta olahraga di Jabar, meminta BPK-RI untuk diaudit. Agar semua permasalahan keuangan KONI, terang benderang, dan Rakyat Jawa Barat supaya tahu,” pungkas Evi. (bds)

Bagikan: