Dugaan Arogansi Sekretaris DPC PDIP Subang Kader Pindah Partai


SUBANG-Beritaaktualnews.com – Adanya pindah partai 14 PAC PDI Perjuangan Kabupaten Subang ke Partai Golkar dan Nasdem, menurut Wakil ketua Bidang Hukum Politik dan keamanan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang adalah hak individu mereka.


“Bepindah partai hak pribadi seseorang tetapi saya merasa prihatin, tetapi permasalahan ini harus segera di lakukan koreksi dan evaluasi oleh jajaran pengurus DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Subang, apa yang menyebabkan mereka berpindah , tentunya ada akar persoalan yang disikapi,” Kata Endang Supriadi Wakil Ketua Bidang Hukum Politik dan Keamanan PDI Perjuangan Kabupaten Subang.


Sebetulnya penilian saya soal migrasi atau perpindahan kader maupun pengurus PDI Perjuangan tersebut lebih menitikberatkan adanya kekecewaan atau sakit, analisa saya melihat adanya sikap arogansi atau sikap yang kurang senang mereka kepada sekretaris partai PDIP Perjuangan, Sodara Niko,” Kata Endang.


Sebenarnya menurut Endang, kalau ada kebencian terhadap personal seharusnya lakukan dengan cara komunikasi ke DPC Partai, bukan membuat kegaduhan apa lagi memutus berpindah partai sebelum adanya koordinasi tentang permasalahan yang mereka keluhkan kepada Ketua DPC Partai, Pak Maman Yudia.


Dan menurut pendapat saya seharusnya di buat santai , karena berpolitik itu memang keras persaingannya dan jangan dulu membuat kegaduhan, Sehingga hal tersebut menjadi opini bahwa PDIP sedang ada konfilik.

“Padahal sebenarnya tidak terjadi apa-apa, dan pindah partai itu adalah hal yang biasa saja, dan kita juga akan menjadikan suatu catatan bahwa hal tersebut perlu dilakukan pembahasan di tingkat internal DPC Partai,agar menjadi lebih baik ” Kata Endang.


PDI Perjuangan ingin menjadikan sebagai Partai pelopor tentunya harus lebih Profesional dalam mengemban amanat- amanat partai.

“Tentunya kita dalam melaksanakan amanat partai tersebut dilakukan secara profeisional dan akutabilitas,” Kata Endang
Dalam mewujudkan misi dan visi PDI Perjuangan kedepan tentunya perlu adanya kekompakan dan kerjasama yang sinergis mulai dari jajaran pengurus DPC sampai ke pengurus tingkat anak ranting termasuk melakukan pembinaan terhadap para pengurus dan kader partai sehingga memiliki ideology yang kuat dan tidak akan mudah berpindah ke Partai yang lain.


“Intinya membuat nyaman para kader bukan membuat sakit hati, sehingga cita-cita akan tercapai dan memperoleh kemenangan dalam kontetasi Pilihan Legislatif dan pada Pilkada 2023 mendatang,” Ujarnya.


Terkiat pernyataan Nurwibowo yang mengatakan bahwa kader pindah partai merupakan kesalahan DPP Partai yang otoriter adalah penilaian yang tidak tepat karena dalam proses pemilihan Ketua DPC PDI Prjuangan di Kabupaten Subang merupakan hasil aspirasi dari tingkat ranting kemudian digodok ditingkat DPC Partai lalu diproses di tingkat DPD Partai dan diputuskan oleh DPP Partai siapa yang paling layak menjabat ketua DPC PDIP Subang, telah hasil kajian yang tepat ketikaPa Maman Yudia di beri mandat menjabat ketua DPC 5 tahun ke depan karena berprestasi meraih 10 kursi DPRD dan meraih jabatan ketua DPRD Subang.


“Menurut saya semua kader berhak untuk berkiprah dan di beri peluang untuk mencalonkan baik menjadi legislative kabupaten, provinsi ataupun DPRD Provinsi maupun DPR pusat juga menjadi calon presiden jika memang mampu dan dianggap layak hasil fit and proper test oleh Partai di setiap tingkatan dan penilaian calon Presiden oleh DPP partai,” pungkasnya(run/bds)

Bagikan: