Sundawani Demo Kejari Subang Soal Pungli DAK Disdikbud

Subang-Beritaaktualnews.com – Puluhan Masya yang tergabung dalam Ormas Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Sundawani melakukan Aksi demo ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dilanjut ke Kantor Kejaksaan Negeri Subang, Senin (03/8/20).

Puluhan Masyarakat yang tergabung dalam Ormas Sundawani di Ketua Yosep, menyuarakan Aspirasinya di Kantor Disdikbud Subang dan Kejari yang mendapat Pengawalan Ketat dari Aparat Kepolisian Resort Subang.

Puluhan Pengunjukrasa akhirnya diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Aep Saepudin dengan pengawalan ketat dari Aparat Kepolisian Resort Subang dipimpin langsung Kabag Ops AKP Ruslan.

Dalam Audien di Ruangan Sekretaris Disdikbud, Yosep selaku Pimpinan Aksi menyampaikan terkait temuannya dilapangan.

Temuan tersebut Kata Yosep, dalam pelaksanaan Proyek Dana Alokasi Khusus ( DAK) banyak para kepala Sekolah yang mengeluhkan terkait penggunaanya.

“Seharusnya kepala Sekolah selaku penerima Bantuan yang mempunyai kewenangan membelanjakan uangnya terhadap kebutuhan barang asalkan sesuai Juklak dan Juknisnya,akan tetapi masih diintervensi oleh oknum dari Disdik.

Kemudian Yosep mempertanyakan masalah pengunaan Dana Biaya Operasional Sekolah ( BOS) untuk Selma Pandemi Covid-19.

Terkesan dibelanjakan Secara Fiktif,karena selama Covid-19 nyaris khusus untuk tingkat Sekolah Dasar tidak adanya aktifitas belajaraupun mengajar, terang Yosep.

Ditambahkannya Yosep, masih banyak temuan penyelewengan dalam laporan Fiktif dalam pengunaan dan BOS.

Yosep, meminta pihak Kejaksaan Negeri Subang ,yang saat ini sedang melakukan Penyelidikan Kasus Penyimpangan DAK,bahkan Oknum Pejabat Disdikbud Subang sudah diperiksa atau dimintai keterangannya.

Yosep, memita kepihak Kejaksaan Negeri Subang selain mengusut masalah Proyek DAK juga kejaksaan Negeri Subang untuk segera mengusut juga adanya dugaan Penyimpangan dana BOS di setiap Sekolah di Kabupaten Subang.

Sementara Sekretaris Disdikbud Subang ,Aep Saepudin,usai menggelar Pertemuan dengan Ormas Sundawani, menjelaskan , berdasarkan laporan dana BOS dari setiap Sekolah baik SD maupun SMP.

Itu tidak masalah ,karena walaupun di saat Covid-19, setiap sekolah tetap malksanakan aktifitas belajar mengajar hanya tidak secara bertatap muka namun dilaksanakan secara Online.

Itu sesuai instruksi dari Kemendikbud, adapun sesuai ketentuan Juklak dan Juknisnya penggunaan dana BOS itu ada 13 Asnaf, apalagi sekarang situasi Covid -19.

Harus membiasakan Hidup Sehat dengan Cucitangan untuk menjaga Kesehatan dalam mengajar dan belajar bagi sekolah SD atau SMP yang sudah di perbolehkan belajar secara tatap muka, itu sekolah harus menyediakan pencucitangan lengkap dengan pembunuh Kumannya ,Terang Aep Saepudin(ade/run/bds)

Bagikan: