Waduh! Masalah Sekolah Tatap Muka di Subang Dua Kepala Dinas Berbeda Pendapat

SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Maslah Sekolah di gelar secara tatap muka terbatas di Kabupaten Subang  ada dua Kepala Dinas yang beda pendapat.


Kedua Kepala dinas tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Drs.Tatang Komara, dan Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan ( TGTPP) Covid-19 dr.Maxi.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tatang Komara telah menandatangani Surat Edaran PTM Terbatas  pada 12 Agustus tahun 2021.
 Surat tersebut ditujukan kepada Korwil Pendidikan, Kepala SD, SMP, TK/PAUD dan Lembaga Pendidikan lainnya.


Setidaknya ada 13 poin dalam surat edaran tersebut. Pada poin 12, disebutkan, pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan pada 16 Agustus 2021. 

“Sebelum pelaksanaan tatap muka, satuan pendidikan dapat mempersiapkan kembali semua infrastuktur dengan daftar periksa beserta dengan kelengkapan lainnya.


Namun pada poin ke-13 ditegaskan, apabila dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ditemukan kasus konfirmasi positif covid-19 di satuan pendidikan, maka satuan pendidikan akan ditutup kembali dan dilarang melaksanakan pembelajaran tatap muka hingga batas waktu yang ditentukan oleh Tim Satgas Covid-19 Subang.


Sementara pada lainnya lebih mengatur pada kesiapan sekolah terkait kelengkapan pendukung protkol kesehatan, sistem pelaksanaan kegiatan belajar sampai pada vaksinasi untuk para guru”, ujarnya.


Sentara Kepala Dinas Kesehatan dr.Maxi menyatakan belum bisa merekoemndasi kegiatan belajar mengajar tatap muka.


Menurut dr Maxi  pada dasarnya belajar tatap muka bisa dilakukan dengan syarat ketat.
“Boleh sebenarnya dengan belajar tatap muka dengan syarat yang ketat, tapi harus dirumuskan di dalam tim yang ada di kabupaten,” kata dr Maxi saat menghadiri kegiatan RS Mutiara Hati Peduli.


Namun demikian kata dr Maxi  pihaknya belum bisa merekomendasikan untuk digelar belajar tatap muka, hingga Subang berada di Level 2.


“Saya belum bisa kalau level 3, rekom akan turun kalau kita level 2, kalau satgas sudah membicarakan level 2 kami akan memberikan lampu kuning ke Dinas Pendidikan,” terangnya
Dia memberi alasan, jika saat ini belajar tatap muka diberlakukan, dan di satu waktu Subang kembali level 4, akan menjadi masalah tersendiri.


“Karena gini, kita kan evaluasi satu minggu sekali. Jangan-jangan, siapa yang tahu minggu depan Level 4 lagi, kalau sudah masuk, orang maunya masuk terus, gak mau lagi ditahan-tahan,” terangnya.


Kita lihat dulu, kalau sudah stabil dalam sekian munggu atau bulan, baru kita jangan sampai, maju lagi mundur lagi,” pungkasnya.(ade/bds)

Bagikan: