Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Rapat Dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta

JAKARTA- Setelah rapat dengan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistim (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno.


Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi,  kepada Beritaaktulnews. Com, Jumat (2/8/2019) mengatakan, bahwa kami,  kembali menggelar rapat dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, terkait Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu.

Rapat yang kedua dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, dan masih membahas persoalan yang sama yaitu, persoalan pengelolaan TWA Gunung Tangkuban Parahu dari sisi kebudayaan.


“Pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu PT Graha Rani Putera Persada (GRPP), tidak hanya melanggar aturan Perundang-undangan tentang UU Lex Spesialis tentang dilindunginya pohon Pamanah Rasa, dan Undang- Undang tentang Pajak dan Retribusi daerah, serta telah melanggar kaidah-kaidah kearifan lokal, dan kebudayaan Ki Sunda di Gunung Tangkuban Parahu.

Kami LAK Gakuh Pakuan kembali menggelar rapat lanjutan tentang persialan TWA Gunung Tangkuban Parahu dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Alhamdulillah kita di sana diterima langsung oleh Pak Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. 


Dalam rapat tersebut, LAK Galuh Pakuan yang dianggap lebih tahu dari awal tentang isu arogansi dan kesewenang-wenangan pihak pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu PT GRPP itu, ditampung, untuk kemudian segera ditindaklanjuti oleh Dirjen Kebudayaan. a

Alhamdulillah, pemaparan kita di sana mendapatkan respons yang baik dan positif dari Pak Dirjen, ya mudah-mudahan saja, dalam waktu dekat ini sudah ada titik terang tentang penyelesaian TWA Gunung Tangkuban Parahu tersebut. dan kami berharap, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, merupakan sosok pejabat yang begitu tinggi perhatiannya terhadap kemajuan kebudayaan.

Setelah tahu tentang arogansi PT GRPP, terhadap kaidah-kaidah dan kearifal lokal kebudayaan Sunda, dan Hilmar Farid sangat menyayangkan sikap yang dilakukan PT GRPP itu”, ujar Raja Galuh Evi ( bds)

Bagikan: