Untuk Meningkatkan Kualitas SDM Kabid GTK Gelar Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran

SUBANG- Untuk menindak lanjuti hasil rekernas bersama  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK)  di Jakarta, yang menyampaikan di era globalisasi dewasa ini, tantangan peningkatan mutu dalam berbagai aspek kehidupan tidak dapat ditawar lagi.


 Pesatnya perkembangan iptek dan tekanan globalisasi yang menghapuskan tapal batas antarnegara, mempersyaratkan setiap bangsa untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi sumber daya yang dimilikinya untuk bisa tetap bertahan dan dapat memenangkan persaingan dalam perebutan pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisi kehidupan. 


Salah satu upaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) untuk meningkatkan Kualitas Pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas Siswa adalah menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi pembelajaran (PKP). 


Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang melalui Bidang Peningkatan Kualitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)  Apud Setiawan, Minggu (13/10) dikantornya saat Kerja Lembur mengatakan, Disdikbud Subang mellalui Bidang GTK telah melaksanakan Program peningkatan Kualitas SDM Guru baik melalui pengelolaan Pusat Kegitan Guru (PKG) maupun melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SD.SMP, dan Musawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK).


Menurut Apud berharap, bisa tercapai jika pendidikan di sekolah diarahkan tidak semata-mata pada penguasaan dan pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan  keterampilan beripikir siswa, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu keterampilan berpikir kristis. 
“Artinya, guru perlu mengajarkan siswanya untuk belajar berpikir.

Kehidupan dalam era globalisasi dipenuhi oleh kompetisi-kompetisi yang sangat ketat. Keunggulan dalam berkompetisi terletak pada kemampuan dalam mencari dan menggunakan informasi, kemampuan analitis-kritis, keakuratan dalam pengambilan keputusan, dan tindakan yang proaktif dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada.


 Oleh karena itu kata Apud, maka kemampuan berpikir formal siswa yang mencakup kemampuan berpikir hipotetik-deduktif, kemampuan berpikir proporsional, kemampuan berpikir kombinatorial.

Kemampuan berpikir reflektif sebagai kemampuan berpikir dasar, perlu dijadikan sebagai substansi yang harus digarap secara serius dalam dunia pendidikan khususnya di Subang. Kemampuan berpikir dasar ini harus terus dikembangkan menuju kemampuan dan keterampilan berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan topik yang penting dan vital dalam era pendidikan modern.


 Tujuan khusus pembelajaran berpikir kritis dalam pendidikan sains maupun disiplin yang lain adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa dan sekaligus menyiapkan mereka agar sukses dalam menjalani  Pembelajaran semasa dibanku sekolah. Dengan dimilikinya kemampuan berpikir kritis yang tinggi oleh siswa SD dan SMP  maka mereka akan dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum atau yang akan dicapai dalam proses pembelajaran.

Ujian Nasional  adalah system evaluas satandar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat  pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan.
Sebagai bagian dari Evaluasi Indonesia melakukan Benchmark Internasional dengan mengikuti Trends in Internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Frogramme For Internasional Student Assessment(PISA).


Dari Hasil Survai tersebut Indonesia mendapat kan Nilai rata-rata 397 menempati peringkat ke 4 dari 43 Negara yang mengikuti Survai (TIMSS).sedangkan dari Hasil Survai PISA,Indonesia mendapat rata-rata Nilai 403 mendapat peringkat ke 3 dari bawah. Itu ditahun 2015.


Untuk mengejar itu, Disdikbud Subang terus melakukan Upaya dalam mengadakan Kegitan peningkatan SDM Para Tenaga Pengajar dengan mendatangakan Intruktur Para pengajar dari Luar untuk memberikan Ilmu kepada Para Guru SD,SMP di Subang,karena Guru SMA sekarang udah di Kelola oleh Provinsi Ujar Apud.(ade/ bds)

Bagikan: