DPMD, Minta Camat Membantu Kades Untuk mengurus Administrasi Pencairan Alokasi Dana Desa

SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Subang, menindak lanjuti Perintah Bupati ,terkait pencairan  Penghasilan Tetap( Siltap) Aparat Pemerintahan di tingkat Desa, harus secepatnya di cairkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan  Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten  SubangDrs.H.Nana Mulyana M.Si , kepada beritaaktualnews. com, Senin (29/3/2021) menyampaikan, dia mengaku telah mengadakan pertemuan bersama seluruh Camat  dimana saat pertemuan tersebut agar seluruh Camat membantu para Kepala desanya masing- masing  untuk mengurus administrasi  persaratan Pencairan  bantuan Keuangan  Alokasi Dana Desa ( ADD).

“Apa yang diperintahkan Bupati pencairan  Bantuan Keuangan yang bersumber dari  ADD paling lambat  satu Minggu dari pertemuan bersama seluruh Kepala desa di belakang rumdin Bupati  Kamis (25/3/2021) berarti paling lambat,  Jumat 2/4/2021), hal itu yang di janjikan Bupati.

Sampai hari ini Senin (29/3/2021)  sudah banyak desa yang mengajukan persaratan dan sedang diperifikasi terlebih dahulu jika masih ada kekuranngan harus dilengkapi dan jika masih ada yang salah harus diperbaiki.


Terkait ketepatan waktu  itu di kembalikan lagi ke Desanya masing – masing jika ingin cepat cairnya secepatnya dibuatkan dan dikirimkan ke dinas tentu akan di proses”, ujarnya.

Lanjut Kadis DPMD bahwa  gaji Kepala Desa gaji kades sebenarnya sudah diatur pemerintah pusat lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.


“Dalam Pasal 81 PP tersebut, penghasilan tetap kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa dianggarkan lewat APBDesa yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD).
Besaran penghasilan tetap Kepala Desa paling sedikit Rp 2.426.640 setara 120 persen dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang II/a,” bunyi Pasal 8 ayat (2) PP Nomor 11 Tahun 2019.


Dalam ADD sendiri, selain gaji yang diperuntukkan untuk kades (gaji kades), PP tersebut juga mengatur skema dan besaran penggajian untuk posisi sekretaris desa dan perangkat desa lain.
 ADD tidak mencukupi untuk mendanai penghasilan tetap minimal Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa lainnya sebagaimana dimaksud dapat dipenuhi dari sumber lain dalam APBDesa selain Dana Desa,” bunyi Pasal 81 ayat (3).

Sementara itu, dalam Pasal 100 PP Nomor 11 Tahun 2019, kepala desa juga menerima penghasilan lain selain gaji tetap dari pemerintah. Pendapatan kades tersebut berasal dari pengelolaan tanah desa.

“Penghasilan belanja desa sebagaimana dimaksud di luar pendapatan yang bersumber dari hasil pengelolaan tanah bengkok atau sebutan lain,” bunyi Pasal 100 ayat (2).

Pengelolaan tanah desa dan pembagian hasilnya untuk gaji kepala desa dan perangkat desa ini diatur dengan peraturan bupati Tunjangan dari tanah bengkok ini bisa berasal dari pendapatan dari sewa tanah maupun tanah bengkok yang dikelola sendiri.

Dalam ABP Desa, belanja desa sendiri mengatur penggunaan anggaran belanja desa, di mana paling sedikit 70 persen jumlah anggaran belanja desa digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa termasuk belanja operasional pemerintahan desa.

Lalu dana tersebut juga dipakai untuk insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT dan RW), pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.

 Kemudian sisanya, paling banyak 30% dari jumlah anggaran belanja desa digunakan untuk mendanai penghasilan tetap dan tunjangan kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa lainnya, serta tunjangan operasional Badan Permusyawaratan Desa, rincian Penghasilan Kepala Desa dan Perangkatnya.

Kepala Desa sebesar Rp.2.500.000 sekretaris desa Rp2.225.000 perangkat desa lainnya terdiri dari kepala urusan kepala seksi dan kepala dusun sebesar Rp2.022.200 dan staf perangkat desa  Rp610.000, sedangkan besaran tunjangan kepala desa dan perangka”, ujar Nana.(bds)

Bagikan: