Mantap! Seni Religi Budaya, Harus di Lestarikan Oleh Semuah Generasi

KARAWANG – Beritaaktualnews. Com- Seni religi merupakan warisan seni budaya yang harus dilestarikan bagi setiap kalangan, terutama generasi milenial yang saat ini digerus budaya asing, harus bisa mengimbangi dan turut serta andil dalam mempertahankan seni religi.


Seperti yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Daera Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPD Lasqi) Kabupaten Karawang, melestarikan seni religi dilakukan dengan cara yang edukatif dan rekreatif melalui gelaran Fertival Ramadan 2021.


Festival tersebut digelar setiap akhir pekan selama bulan Ramadan di Techno Mart Mall Kawasan Galuh Mas Karawang.


Ketua Umum DPD Lasqi Kabupaten Karawang, Endang Sodikin mengatakan, kegiatan lomba digelar dengan tujuan menjaring talenta-talenta milenial dalam seni religi, khususnya bagi anggota Lasqi di setiap Kecamatan di Karawang.


“Dalam perkembangan jaman yang kian pesat seperti ini, tentunya nilai seni budaya maupun religi juga terpengaruh eksistensinya, oleh sebab itu perlu upaya dan komtribusi semua kalangan untuk melestarikan seni tersebut, kemarin.


Endang Sodikin yang juga selaku anggota legislatif di Karawang, tentu berharap seni religi bisa menjadi salah satu nilai moral bagi masyarakat, khusunya untuk para milenial, kian hari mereka dipengaruhi oleh budaya-budaya asing, mereka lebih familiar dengan K-Pop misalnya, atau lagu-lagu barat, hal ini tentu harus kita perhatikan,” katanya.


Menurut Endang, mengidolai seni-seni dari barat bukan tidak diperbolehkan, namun, kata dia. Hal tersebut harus seimbang dengan nilai moral dan kearifan lokal di daerah.


“Jangan sampah mereka lupa, kalau seni qasidah, atau gambus jangan sampai dianggap sebatas budaya arab, tapi juga bernilai religi, lirik-liriknya juga merupakan ajakan positif untuk menjaga ukhuwwah,” imbuhnya.


Endang menuturkan, jika momen bulan Ramadan ini merupakan momen yang tepat untuk menggelar acara tersebut. bulan Ramadan ini memang yang bernuansa islami itu sangat digemari.” pungkasnya.


Ketika dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Waya Karmila juga mengapresiasi kegiatan yang dibesut oleh DPD Lasqi Karawang.


Waya mengungkap, saat ini kegiatan serupa sudah mulai langka dilakukan, kami selaku bagian dari Pemerintah Daerah tentu mengapresiasi, dalam perkembangan jaman seperti ini perlu ada benteng dalam mempertahankan nilai-nilai seni yang sesuai dengan budaya,” ujarnya.


Dia juga berpesan bahwa dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, kegiatan bukan tidak mungkin dilakukan, namun tetap dengan ketentuan yang berlaku, tetap harus sesuai dengan protokol kesehetan, misalnya tadi pas acara.

Saya lihat semua rapi disiplin masker, juga memang tidak menimbulkan kerumunan, intinya tetal sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata.
Waya yang dalam kegiatan itu juga menjadi dewan juri lomba berpesan agar acara-acara seperti ini harus menjadi acuan pengembangan diri.

“Bukan harus menjadi juara, yang terpenting kegiatan itu dimaksudkan untuk, seperti tadi, mempertahankan seni religi, upaya untuk melestarikan kearifan lokal, karena anak muda lebih suka dikemas dengan kegiatan lomba seperti ini,” ujar Waya.


Selanjutnya Waya berharap masyarakat bisa memaknai nilai-nilai seni dengan persatuan.

“Tujuannya tiada lain untuk melestarikan, disamping itu kita harapkan kegiatan macam ini menjadi salah satu pembangkit semangat untuk kita saling menjaga persatuan, dalam bingkai seni khususnya seni religius”, puntkasnya. (bds)

Bagikan: