Ditengah Pademi Covid 19 Gubernur Jabar Kang Emil, Akan Memberikan Pijaman Untuk Pembangunan Untuk Proyek Strategis di Subang


SUBANG-Beritaaktualnes. Com- Bupati Subang Kang Jimat,  mengikuti kegiatan Virtual Meeting penandatanganan PEN dengan Gubernur Jabar, Hadir dalam kesempatan tersebut mendampingi Asda 1, Plt BP4D,  BKAD Swal Bapenda Ahmad Sobari, Kadis PUPR Ir Besta Basuki da   Kadinkes dr. Nunung dan Dir RSUD dr. Ahmad Naduhi.


Dalam kesempatan Virtual Meeting tersebut, Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil menandatangani perjanjian Pinjaman Daerah Tahun 2020 antara Pemerintah Daerah Provinsi Jabar dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dari Gedung Pakuan, Kota Bandung. 


Menurut Bupati Subang  Kang Jimat turut menandatangani secara virtual Komitmen bersama, antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat, tentang penyaluran hibah dan bantuan keuangan pemulihan ekonomi nasional kepada pemerintah daerah kabupaten/kota  di Jawa BaratPenerimaan pembiayaan lewat pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


“Hal ini bertujuan untuk mendorong pembangunan perekonomian, khususnya terkait belanja modal pemerintah, yang ikut terdampak pandemi global Covid 19.
Dana pinjaman senilai Rp1,812 triliun tersebut akan dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang bersifat pelayanan publik untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan prioritas penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, penggunaan bahan baku lokal, dan memiliki manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat”, ujar Kang Jimat.


Hal senada diunfkapkan oleh Gubernur Jabar Kang Emil menjelaskan bahea  pinjaman daerah ini sekaligus mengembalikan biaya program-program strategis yang terkena refocusing akibat pandemi COVID-19, baik program di provinsi maupun 27 kabupaten/kota se-Jabar termasuk untuk di Kabupaten Subang. 


“Pinjaman Daerah tahun 2020,  antara Pemda Provinsi Jabar dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai Rp1,812 triliun akan digunakan untuk membiayai tujuh jenis kegiatan infrastruktur, yaitu Infrastruktur jalan dengan nilai Rp463,558 Miliar, Infrastruktur pengairan Rp27,96 Miliar, Infrastruktur perumahan Rp 200,55 Miliar, Infrastruktur perkotaan ruang terbuka publik Rp 63,692 Miliar, dan  Infrastruktur perkotaan bangunan publik Rp25,598 Miliar, Infrastruktur sosial pariwisata Rp15 miliar, da  Infrastruktur sosial kesehatan Rp 1,016 Triliun. 


Pihaknya akan memantau pengerjaan proyek di lapangan sehingga pinjaman daerah ini betul-betul dirasakan oleh warga Jabar dengan menghadirkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Mochamad Ardian Noervianto, memuji kebijakan Gubernur Jabar yang meneruskan pinjaman daerah kepada Kabupaten/Kota.

Pihaknya  akan mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Jabar dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jabar untuk mengoptimalkan bank bjb sebagai partner perbankan untuk membangun sinergi daerah di pemerintah masing-masing. 

Agenda ini, juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian pinjaman modal kerja antara BUMD PT Jasa Sarana dan bank bjb senilai Rp50 miliar untuk modal kerja. Pinjaman modal kerja itu akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh PT Jasa Sarana, di antaranya jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan)”, ungkap Mochamad.

Sementara Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menjelaskan bahwa  pembiayaan ini merupakan bagian dari program bjb Infrastruktur Daerah (Indah) yang bertujuan untuk mendorong pembangunan infrastruktur di Jabar.

“Pembiayaan infrastruktur ini, lanjut Yuddy, diharapkan akan menghadirkan multiplier effect yang mendorong geliat aktivitas ekonomi sehingga proses pemanfaatan dana untuk pembangunan infrastruktur.


Diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas serta dapat menyerap produk-produk dalam negeri”, tegas Yuddy(bds)

Bagikan: