Petani dan Pimpinan BUMDes di Tiga Desa di Kecamatan Cijambe Subang di Terima Oleh Presiden Jokowi

Jakarta, BeritaaktualNews-Sejumlah perwakilan pertani serai eangi dan Ketua BIMDes  dai tiga desa kawasan Cirangkong,  Cikadu, dan Bantarsari  Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang di terima di Istana Negara oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Aryani Djalal yang langsung di antar ke ajudan Presiden Joko Widodo, Jum’at (15/2/2019).
Adapun tujuannya untuk persiapan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Cijambe Cirangkong, dan rombongan tersebut terdiri dari Ketua BUMDes Cirangkong, Edi, Ketua BUMDes  Cikadu, Beben, Ugan, dan  Ahmad dari Perhutani, dan Ketua BUMDes Bantarsari, dan mereka akan  menyampaikan kedatangan Presiden akan disambut oleh gotong sisingaan sebagai ‎kesenian  Subang.
Kedatangan Jokowi ke Cirangkong  sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Lembaga Kerajaan Adat (LAK) Galuh Pakuan dengan sejumlah negara yang telah ditandatangani bulan lalu.
Pada kesempatan tersebut Jokowi akan menanam bibit serai weangi yang dibutuhkan dalam perdagangan internasional seperti bahan dasar minyak atsiri‎.
Patih Galuh Pakuan Wawan Renggo yang sering disapa Abah Renggo‎ mengatakan dengan kehadiran bapak Presiden Jokowi ke Desa Cirangkong Kecamtan Cijambe akan  menampilkan sisingaan  sebagai upaya menjaga kekayaan budaya Indonesia khususnya yang berasal dari Subang. 
“Kita ingin mempersembahkan kesenian asli Subang yaitu sisingan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Selain memberdayakan kekayaan alam berupa komoditas rempah, keberadaan sisingaan akan menjadi bagian destinasi wisata dimasa depan”, ujar Abah Renggo.
Sementara itu Staf Kepresidenan  Ariani Djalal menjelaskan, dengan datangnya Bapak Presiden RI Jokowi ke Desa Cirangkongv Kecamatsn Kabupaten Subang pada bulan Maret nanti.
“Kedatangan bapak Prediden RI Jokowi untuk nanam serai wangi di Desa Cirangkong di Kecamatan  Cijambe Subang.
 Termaduk pak Jokowi akan naik sidingan dan harapannya supaya kesenian dan budaya  lokal seperti festival Sisingaan bisa berkelanjutan”, kata Aryani Djalal. (bds)

Bagikan: