Wow! Kopi Subang Mendunia di Ekspor Timur Tengan oleh Menteri Koprasi dan UKM RI

SUBANG-Beritaaltualnews. Com-Usai membuka Forum Diskusi Koperasi Sektor Pangan se Jawa Barat dan mengadakan pertemuan dengan Bupati Subang H. Ruhimat, Menteri Koperasi dan UKM RI Drs. Teten Masduki melakukan kunjungan ke Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah dalam rangka pelepasan secara simbolis ekspor komoditi Kopi Subang ke Timur tengah yang berlokasi di Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak Subang, Kemarin.

Dalam kunjungannya tersebut Menteri Koperasi dan UKM RI turut didampingi oleh Deputi Perkoperasian Ahmad Zamadi, Deputi Usaha Mikro Eddy Satriya, Staff Khusus Menteri Koperasi Riza Damanik, Asdep Pengembangan dan pembaruan Perkoperasian Bagus Rachman, Dirjen Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Didi Sumedi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto, Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompis, Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin Norhadi.


Sebagai bentuk percepatan Implementasi koperasi modern yang berorientasi ekspor di Kabupaten Subang, Menteri Koperasi dan UKM RI melepas secara simbolis  ekspor komoditas kopi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke Arab Saudi ditandai dengan pemecahan kendi.


Dalam laporannya Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Miftahudin Shaf menyampaikan bahwa kegiatan ekspor ini merupakan yang perdana untuk dikirimkan ke Arab Saudi dengan total kontrak 150 ton dengan nilai 1 Juta USD. 


“Saat ini dilakukan pengiriman pertama dengan jumlah 18 ton dengan nilai 148 ribu USD atau sekitar 2 Milyar rupiah, dan untuk pengiriman selanjutnya InsyaAllah akan dilakukan bertahap setiap bulannya satu container,” ijar Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas support yang diberikan oleh berbagai pihak diantaranya Bank Indonesia (BI) yang telah memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana serta ditunjuknya Koperasi Gunung Luhur Berkah sebagai aggregator kopi Jabar.
Selanjutnya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang telah memberikan support berupa bantuan pembiayaan modal kerja Ekspor sebesar 2 Milyar Rupiah dan pendampingan program desa devisa.


Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI atas berbagai kebijakan dan dukungan terhadap pengembangan koperasi dalam menjalankan usaha khususnya untuk Koperasi Gunung Luhur Berkah, diantaranya mendapatkan pendampingan kelembagaan dari Agriterra, adanya fasilitasi pendampingan Sertifikasi HACCP dan tenaga pendampingan bagi koperasi untuk mendapatkan Sertifikasi Fair Trade.


Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan bahwa Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah merupakan Koperasi yang memiliki fokus kegiatan usaha di bidang perkebunan dari hulu sampai hilir dari mulai pembenihan, budidaya, pasca panen sampai dengan trading. Serta menjadi satu-satunya koperasi di Jawa Barat yang telah memiliki izin pengelolaan gudang dalam resi gudang untuk komoditas kopi”, ujarnya.
Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki dalam arahannya menyampaikan bahwa acara pelepasan ekspor Kopi Java Preanger Arabica Specialty dari Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke  negara Arab Saudi menunjukkan bahwa kopi Indonesia memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di kancah Internasional.


“Kegiatan ekspor ini menunjukkan bahwa kopi Indonesia memang keren dan kopi Indonesia punya kualitas,” ujarnya.


Dirinya menjelaskan bahwa Kopi menjadi salah satu komoditas pangan Indonesia yang potensial dan memiliki harga jual yang lebih mahal di dunia, khususnya di Jawa Barat sendiri memiliki potensi yang besar untuk pengembangan komoditas kopi.


Kegiatan pelepasan ekspor ini menjadi contoh konkret, jika para petani kopi yang awalnya hanya menanam secara perorangan dalam skala non ekonomis atau lahan sempit kemudian setelah dikonsolidasi oleh koperasi sehingga mampu menghasilkan produk yang bisa terhubung dengan pasar global untuk menjaga kontinuitas suplai dan kualitasnya.
“Melihat progres ini InsyaAllah koperasi bisa menjadi salah satu kekuatan pangan nasional,” ujarnya.


Koperasi sebagai konsolidator usaha-usaha di sektor pertanian, peternakan perikanan, akan terus direplikasi pada sektor lainnya. Oleh karenanya dengan konsolidasi, usaha-usaha mikro perorangan dalam skala ekonominya dapat terhubung dengan kepembiayaan, market dan industri pengolahannya, sehingga dapat menjadi sirkuit ekonomi dimana setiap tahapan produksi benefitnya akan diterima oleh masyarakat”, katanya.(bds)

Bagikan: