Subang Masih Kekurangan Ribuan PNS Tenaga Pendidik dan Kesehatan

SUBANG-Beritaaktualnews.Com-Badan Kepegawaian Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Subang, telah menindak lanjuti Surat dari Kemenpan RB  Nomor B./584/M.SM, tentang usulan Kebutuhan ASN di tahun 2021.


Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian di BKPSDM  Subang Hasan Sahroni ketika di konfirmasi , Senin (3/8/2020)membenarkan telah menindaklanjuti Surat dari Kemenpan RB yang meminta segera mungkin mengusulkan Kebutuhan ASN maupun PPPK ke Kemenpan RB paling lambat akhir Agustus 2020.


“Kami BKPSDM telah melayangkan Surat Kep.02./1694-BKPSDM.01.00/2020.ditujukan kepada  masing-masing dinas, Badan dan Kecamatan, karena secara teknis yang membutuhkankan masing-masing Dinas, Lembaga dan Kecamatan.


BKPSDM hanya memperifikasi dan selanjutnya mengusulkan ke Kemenpan RB.Di Kabupaten Subang jumlah ASN sebanyak 11.333 , sedangkan kebutuhan ASN itu cukup banyak sekali karena secara eksisting kebutuhan ASN itu  satu Persen dari jumlah Penduduk di Kabupaten Subang.


Berarti Subang sendiri masih mebutuhkan kurang-lebih 9000 ASN, akan tetapi kebutuhan tersebut harus menerapkan  prinsip Zero graut jumlah usulan yang disampaikan sesuai PNS yang pensiun, neninggal, mutasiPindah urut kerja tahun berjalan 2020.


Kemudian harus sesuai dengan peta jabatan, analisa jabatan(Anjab) dan analisa beban jerja (ABK).


Lanjut Hasan di Subang sendiri yang paling banyak kekurangan adalah tenaga Pendidik karena ditahun 2020 -202,  yang pensiun tidak kurang dari 700 PNS, ditambah dari Dinas Kesehatan tidak kurang di angka 200 PNS itu untuk tahun 2020-2021,  tarmasuk Dinas Intansi dan Lembaga di Kecamatan.


Khusus untuk pendidikan yang menjadi prioritas adalah guru kelas, Guru mata pelajaran dasar, guru pamong belajar, dan jabatan punsional,tenaga teknis dibidang Pendidikan, yang diprioritaskan  juga penempatan disekolah Negeri dengan stratus katagori sekolah tertinggal atau sangat tertinggal.


Sedangkan khusus di Dinas Kesehatan yang dijadikan prioritas adalah kebutuhan, dokter Umum untuk ditempatkan disetiap Puskesmas, dokter Spesialis untuk ditempatkan di Rumah Sakit Daerah,dan Tenaga Pungsional atau teknis dibidang Kesehatan”, ujar Hasan (ade/bds)

Bagikan: