Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Subang Dengan Tingginya Pekerja Ilegal Asal ke Subang

SUBANG – Beritaaktualnews. Com-Tingginya angka pelaporan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Subang, benar-benar membuat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang kewalahan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Disnakertrans, Yeni Nuraeni pada Rabu (8/9) saat ditemui pasundan ekspres, dia menyebut jika dalam satu bulan laporan soal PMI ilegal masuk ke kantornya rata-rata ada 10 laporan.

“Selain lumbung padi, Subang ini memang dikenal sebagai lumbung PMI, selain yang legal, yang ilegalnya juga banyak,” paparnya.

Hal tersebut diakui Yeni sangat memprihatinkan, dia juga mengaku kesulitan jika harus mengantisipasi pemberangkatan para PMI ilegal tersebut, karena menurut Yeni masyrakat yang menjadi PMI ilegal berangkat tidak dalam pegawasan Disnakertrans.

“Mereka melalui sponsor ilegal biasanya, dan itu langsung datang secara dor to dor, kita mau antisipasi juga kesulitan, karena keputusan penuh kan kembali lagi pada masyarakatnya,” tambah Yeni.

Dia hanya bisa berharap masyarakat yang sudah menyimpan minat unttuk menjadi PMI agar melakukan pemenuhan persyaratan yang sesuai, yang sudah ditentukan oleh peraturan pemerintah.

“Sekarang di kita ada layanan terpadu satu arah, di sana tersedia semua informasi, dari mulai lowongan kerja ke luar negeri, pelatihan kemampuan dan bahasa, semuanya difasilitasi disana, jadi saya minta pada masyarakat yang minat menjadi PMI ya tempuh prosedurnya dengan benar,” tambahnya lagi.

Tidak hanya pada masyarakat yang baru memiliki rencana akan menjadi PMI, bagi para PMI yang sudah ada di luar negeri juga Yeni menuturkan masih selalu terjadi permasalahan, bahkan yang semula PMI secara legal, menjadi non-legal.

“Sering kejadian, misalnya PMI yang semula berangkat legal karena negara tujuannya tidak kerja tetap, kontraknya habis dia cari kerjaan lain, tidak lapor KJRI, mending kalau dapat kerjaannya bagus atau majikannya baik, kalau sebaliknya, biasanya itu yang sering kejadian,” terang Yeni.

Selain berharap pada masyarakat untuk sesuai prosedur, Yeni juga menebak jika banyaknya PMI ilegal disebabkan oleh banyaknya sponsor yang ilegal pula, maka dari itu dia berharap kepolisian bisa segera membongkar sindikat spnsor ilegal di Kabupaten Subang.

“Ya kita tau lah yah, itu terjadi lantaran ada keterlibatan sponsor juga, yang biasanya juga ilegal, kita sudah serahkan ke kepolisian, karena bukan ranah saya juga kalau itu,” tukas Yeni. (bds)

Bagikan: