Dinas LH Subang, Atasi Penumpukan Sampah Dengam Daur Ulang Sampah dan Bupati Kang Jimat Siap Naikan Honor

SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Dinas Lingkungan Hidup ( LH) Kabupaten Subang, telah mendapatkan Bantuan dari Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI berupa alat pengolah daur ulang Sampah.


Kepala Dinas  Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Rona Mairansyah melalui Kabid  Limbah B.3 dan Pengolahan Sampah Dito Sudrajat dikantornya Kamis(22/7/2021).

Menurut Dito, bahwa Kabupaten  Subang mendapatkan bantuan alat pengolahan daur ulang sampah dari Kementrian untuk mengatasi sampah dengan Bank sampah induk dan pusat daur ulang, dan kita pun bertahap untuk melakukannya. 


“Sampai saat ini pun kata Dito,kita sudah melakukan nya agar masyarakat untuk bisa menbung sampah, dan kami siap akan menjemput nya, dengan kendaraan cator. 


Karna dengan di tutupnya TPA  Caringin Panembong  Kelurahan Parung,dan di pindahkan ke TPA Jalupang Kalijati sehingga  untuk kendaraan cator tidak lagi bisa membuang sampah ke sana, utk antisipasi nya kita melakukan daur ulang yang di pusatkan di lingkungan kantor Dinas LH.


Cara pengolahannya sama petugas di pilah mana sampah plastik dan mana yang bukan sehingga yang di buang ke TPA betul- betul residu, yang organik nya kita pilah dan akan di jadikan kompos, dan kompos itu bisa di maanpaat untuk dinas taman atau pertanian”, ujarnya.


Lanjut Dito, bahwa sistem pemberlakukan ini sudah dimulai  dari bulan Juni sudah di lakukan. 
Dan ini juga kedepannya sangat ber maanpaat untuk masyarakat umum agar bisa di maanpatkan sampah untuk di buat pupuk tanaman. 


Dan hasil pupuk organik itupun akan kita maanpaat kan, itung2 buat oprasonal pekerja, untuk beli bahan bakar solar. 


Terkait kenaikan upah pekerja pengakut sampah, dengan kejadian kemarin terkait penumpukan  samapah di kabupaten Subang, ada hal positif  bagi pekrja pengakut Sampah”, ujarnya.


Kata Dito Bupati Subang H.Ruhimat memberikan dukungan kepada pekerja sampah khusus nya juru muat, dan ada peningkatan honor yang awal nya per hari Rp.39 ribu sekarang menjadi Rp.75 ribu per harinya. 


Untuk penyapu yang belum PNS di angka Rp 36000 setiap harinya.


Tenaga harian lepas angkut sampah gajih perhari nya menjadi Rp.75 ribu, tapi Bupati mengintruksikan minimal pengakut sampah sehari  dua rit setiap Mobilnya lantaran jaraknya agak lumayan jauh ke TPA Jalupang.
Untuk penambahan kendaraan dan alat berat sendri akan ada bantuan dari bank BJB tapi masih proses”, jelasnya.(ade/bds)

Bagikan: