Waw!!! Kabid PNF Disdikbud Subang Diperiksa Unit Ekonomi Sat Reskim Polres Subang


Subang, BeritaaktuwlNews-Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Maman bersama sejumlah Panitia Pilkades Desa Lengkong, Kecamatan Cipendeuy, Subang dipanggil oleh Sat Reskim Polres.

Menurut informasi, pemanggilan orang dinas bersama panitia Pilkades Desa Lengkong terkait dugaan ijazah paket B palsu yang digunakan kepala desa terpilih saat mengikuti Pilkades Serentak 2018.

Dari pantauan BeritaaktualNews, Tim Penyidik Satreskrim Polres Subang meminta sejumlah keterangan dari Maman dan panitia Pilkades lainnya sejak Selasa (15/1/2019) pagi. Maman terlihat keluar ruangan Unit Ekonomi Satreskrim Polres Subang sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat dimintai keterangan terkait pemanggilan dirinya yang dilakukan oleh Polres Subang, Maman belum bisa memberikan keterangan apapun. “Saya belum bisa berkomentar,” kata Maman usai menjalani pemeriksaan.

Sementara itu Mantan Panitia Pilkades Lengkong, Jajat Jarkasih mengatakan, bahwa benar ada kasus dugaan ijazah paket B palsu yang telah diberi legalisir oleh Bidang PNF Disdikbud Subang dan diloloskan oleh panitia.

“Saya dulu bagian penerima data, pas ada kejanggalan, ijazah tidak ada nomor register. Namun ketua panitia memaksakan kehendak, saya keluar, dirinya bersama panitia dan juga peserta Pilkades Lengkong.

Saya sudah dipanggil dan menjalani beberapa pemeriksaan di Mapolres Subang, terkait laporan ijazah palsu”, ujar

Saksi lainnya, Ade Nana Suryana menjelaskan bahwa kasus dugaan ijazah paket B palsu dilaporkan oleh salah satu calon sehari setelah kades terpilih dilantik

“Dilaporkan suami salah satu calon, saya juga calon yang kalah, dan sudah dipanggil sebagai saksi juga, pihak pelapor melaporkan dugaan ijazah paket B palsu karena adanya beberapa kejanggalan, sehingga kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian.

Melihat surat dari dinas ijazah dinyatakan palsu karena tidak lulus ujian tapi diloloskan oleh panitia, jadi yang dilaporkan itu punya ijazah paket B dan C. Dan yang diduga palsu itu ijazah paket B,” ungkap Ade Nana (bds)

Bagikan: