Staf Kepresidenan Ariani Djalal dan LAK Galuh Pakuan Evi Silviadi Kunjungan Kerja ke Pontren Al-Musri Subang

SUBANG – Beritaaktuslnews. Com – Staf Kantor Kepresiden Staf Kantor Kepresidenan Aryani DJalal bersama Raja Galuh Evi Silviadi, melakukan kunjungan ke Ponpes Al-Musri, kunjungan tersebut,  dalam rangka kerjasama pengembangan kemandirian ekonomi dan pelatihan skill santri pesantren  Al-Musri  Subang.

Menurut KH.Opick Pimpinan Ponpes Al-Musri, Selasa siang (9/07/2019) kepada Beritaaktualnews. Com, mengatakan, dengan kunjungan ini membuat kami lebih semangat.

“Yang jelas bantuan dari Pemerintah pusat kepada pondok pesantren harus lebih merata khususnya dalam memajukan ekonomi pesantren, dan apa yang telah dilakukan pemerintah sudah tepat kami menitipkan pesan kepada KSP agar Ponpes Al Musri ini dibantu untuk kemandirian ekonomi dan pelatihan skill santri dan pengurus pesantrennya, dengan rencana pemberdayaan santri dalam memproduksi kopi, hal itu jelas  alat produksi kopi baik yang konvensional ataupun modern.

Kedepan kami harus bekerjasama dengan masyarakat dan petani kopi yang ada di Subang Selatan untuk menambah Khazanah produksi kopi lokal yang bisa dipasarkan jika perlu ke pasar nasional dan internasional, karena Pesantren itu mampu,  jadi jangan hanya sebatas pelatihan kerja saja tapi juga pasca memiliki keahlian”, ujar KH Opick

Hal senada diungkapkan oleh  Raja Galuh Pakuan Evi Silviadi  menjelaskan bahwa Staf Kepresidenan sangat  siap untuk membantu Pondok Pesantren Al Musri, hal itu  akan mengkoordinasikan  kepada pihak terkait bahkan yaitu Pemerintah pusat.

“Kami sangat mendukung rencana Ponpes Al Musri Cikadu Tanjungsiang ini karenanya kami ingin lebih menyerap informasi soal rencana produksi kopi ini dari pimpinan pesantren dan unit ekonominya.  

Dan nantinya kami bisa melanjutkan keinginan tersebut Karena pertemuan pertama terkendala waktu,” ungkapnya Raja Galuh Evi.

Sementara itu Staf Presiden bidang komunikasi politik Aryani Djalal menyebutkan, dan ksmi berharap agar Ponpes Al Musri bisa lebih berkoordinasi dengan lembaga lainnya seperti dengan Galuh Pakuan.

”Semua program itu agar diusahakan harus programatic, karena dengan perencanaan yang matang hasilnya akan optimal, semua yang telah direncanakan pemerintah pusat untuk masyarakat harus bisa diterima oleh masyarakat sendiri secara sinergis.

 Apalagi pondok pesantren itu memiliki jamaah kalangan masyarakat, dan dengan adanya lembaga pelatihan kerja serta lapangan kerja di pondok pesantren akan semakin mengentaskan pengangguran dan ini sangat baik,” Ujar Ariani Djalal. ( bds)

Bagikan: