Sat Reskim Polres Subang, Meringkus SRJ dan DPO NCS Warga Subang Pengedar Uang Rupiah Rp 2 Milyar

SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Sat Reskim Polres Subang, berhasil meringkus tersangka berinisial  SRJ (70) warga  Bogas Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dia  merupakan pengedar uang palsu sebesar Rp 2 Milyar dengan uang pecahah Rp 100 ribu, dan kini tersangka masih meringkut di sel Mapolres Subang.


Menurut Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan SH, didampingi Kasat Reskim AKP M. Wafdan kepada beritaaktualnews. Com, Kamis (10/6/2021)  di Mapolres Subang menyebutkan, dengan berhasilnya, mengungkap kasus peredaran  uang rupiah palsu di wilayah hukum Polres Subang.

“Tersangka SRJ warga Bogas Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ditangkap  pada hari Jum’at pada tanggal 28 Mei 2021, sekitar  pukul 02. 30 WIB di TKP Gamtar Kabupayen Indramayu.
Awal terungkap kasus peredaran uang rupiah palsu  ini berawal  dari informasi  masyarakat  kepada  pihak Kepolisian  yang menyebutkan  bahwa  terdapat  seorang yang dicurigai  memiliki  dan pengedaran  uang rupiah  palsu”, ujarnya.

Lanjut Kapolres selain berhasil  menangkap  tersangka  SRJ, Polres Subang juga berhasil  mengamankan  barang bukti berupa uang  rupiah  palsu pecahan Rp 100 ribu tahun emisi 2016, dengan total  nominal  Rp 2 Milyar, berikut  handphone yang  dijadikan  sarana komunikasi oleh pelaku.


“Selain tersangka SRJ, pihak Polres Subang  juga masih  memburu pelaku lainnya  yang belum  berhasil ditangkap NCS (40) warga  Dangdeur Kabupaten Subang.


Dalam menjalankan aksi para pelaku  ini mengaku  kepada korban  ada seorang yang pintar yang memiliki kekuatan  untuk membuka, kunci penyimpanan  uang amanah  dari para leluhur, kemudian  meminta  sediakan  uang sebesar Rp 15 juta, untuk kebutuhan  ritual  pengakatan  uang amanah.


Atas pengakuan tersangka  SRJ, uang rupiah palsu  tersebut, didapat  SM, dan GF warga Indramayu, saat ini telah ditangkap dalam kasus yang sama oleh Polres  Indramayu.


Berdasarkan  hasil pemeriksaan  fisik barang bukti yang dilakukan  oleh tim ahli dari bank Indonesia  Cabang Bandung, dan  hasil pemeriksaan dari bank  BI, bahwa uang tersebut palsu, 


Tersangka SRJ diamankan oleh polisi, sedangkan NCS tersebut menjadi  DPO, kedua tersangka tersebut, disangkakan  telah melanggar ketentuan  pasal 36 (3) undang-undang  Ri nomer 7 tahun  2011, tentang mata uang  dengan ancamanab  pidana penjara  paling lama 15 tahun  denda,Rp 50 milyar”, ujar Kapolres Subang. (bds)

Bagikan: