Pungli, Buruh Subang Rapid Tes Dipungut Biaya oleh Puskesmas, Anggaran Covid 19 Kemana?


SUBANG- Beritaaktualnews.Com – Ribuan pekerja Pabrik di Kabupaten subang 2 hari sesudah lebaran harus melakukan, Rapid tes sebagai kewajiban memiliki surat sehat agar mereka bisa bekerja di perusahaan usai libur lebaran, sesuai aturan dari Pemerintah melalui Keputusan Mentri Kesehatan.

Tetapi sangat disayangkan ada beberapa Puskesmas di Kabupaten Subang, hal itu  dijadikan ajang bisnis surat Sehat.

“Setiap Karyawan pabrik dimintai uang dari 25 ribu sampai 50 ribu, bervariatif, bahkan sampai 215 ribu, tetangga saya harus bayar untuk surat sehat covid 19,”Kata Dasem Saksi warga Subang yang melihat kejadian tersebut.

Menurut Dasem, pungutan  biaya tersebut, menyebar kesetiap Kecamatan yang didatangi oleh Karyawan Pabrik yang pada tanggal 2 Juni sudah mulai kembali bekerja.

Konfirmasi mengenai hal tersebut, Dr. Maxi Juru Bicara Gugus Tugas dan Juga Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tidak membenarkan adanya pungutan biaya besar itu karena akan membebani Pekerja Pabrik.

“Kalau ada biaya mungkin itu retrebusi puskesmas, kalau nilai biaya sampai 50 ribu itu bukan retrebusi, dan kalau biaya Retrebusi Puskemas paling dibawa 10 ribu,” Kata Dr. Maxi.

Ada temuan yang mengarah kepada Pungli, Dr. Maxi akan segera konfirmasi kepihak terkait, “Akan kita tanyai setiap Puskemas,” Kata Dr. Maxi.

Sementara itu Kepala Dinas Keternagakerja  mengatakan, bahwa kegiatan rapid tes yang dilakukan oleh  Karyawan Pabrik bukan perintah Kabupaten Subang.


“Kita tidak tau, dan kita tidak mengajurkan rapid tes di Puskesmas, tetapi diadakan disetiap perusahaan dan rapid tes tersebut dibiayai perusahaan, bukan dari biaya karyawan,” kata Dr. Kusman Yuhana Kadis Dinas Ketenagakerjaan dan Trasmingrasi Kabupaten Subang.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Subang, telah  menganggarkan anggaran Covid 19 sebesar Rp 175 Milliar, dan   anggaran tersebut termasuk digunakan untuk biaya rapid tes(Run/bds)

Bagikan: