Pemerintah Daerah Harus Mencari Solusi Dengan Menjamurnya LGBT di Subang

CIPEUNDEUY – Beritaaktualnews. Com -Keberadaan beberapa pabrik di beberapa wilayah di Kabupaten Subang, dan pekerjanya didominasi oleh kaum perempuan.


 Hal tersebut, berdampak pada pola atau kebiasaan sebagian masyarakat, misalnya saja, para pekerja hari ini didominasi oleh kaum perempuan, sedangkan kaum laki-laki yang biasanya bertani, harus menjaga rumah mengganti peran istrinya yang bekerja di pabrik. 


Termasuk juga perubahan kecenderungan seksual bagi beberapa pekerja perempuan, hingga menjadi menyimpang. 


Terbukti dengan banyak masuknya laporan seorang warga Desa Wantilan, yang diterima langsung oleh Pemdes Wantilan. 


Bhabinkantibmas Desa Wantilan, Aipda Nurdin laporan tersebut masuk, Rabu (11/9/2019), mengatakan, bahwa masyarakat Wantilam, yang datang melapor karena merasa resah oleh salah satu warganya yang diduga menjadi LGBT. 


“Saya belum bisa sebut namanya, mengaku bahwa  istrinya menjadi lesbian, sehingga menelantarkan anaknya karena sibuk dengan pasangan sesama jenisnya.


 Hal jelas meresahkan masyarakat, selain warga ini merasa prihatin, mereka juga ketakutan hal tersebut juga menimpa warga yang lain, jika dibiarkan”, ujar Nurdin.


Sementara itu, Pemdes Wantilan, melalui Kepala Desanya Komarudin, menyampaikan komitmennya untuk memerangi LGBT. 


“Setelah adanya laporan itu, kami sangat komitmen untuk memerangi, menolak LGBT, terkait masalah laporan warga, kami juga sedang terus musyawarah untuk menyelesaikannya,” ungkap Komarudin.

 
Sementara itu, ternyata kasus serupa tidak hanya terjadi di kawasan industri yang ada di Cipeundeuy, dari beberapa sumber yang berhasil Beritaaktualnews. Com   banyak terjadi juga di wilayah Purwadadi, bahkan sampai ke salah satu kawasan pabrik yang letaknya di kawasan perkotaan Subang, meski kebenarannya belum teruji. (bds)

Bagikan: