Kata Kadisdik Subang, Kami Mengapresiasi Terhadap Anggota DPR RI kang Dedi, Siswa Subang Boncengan


SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Terkait Statment Dedi Mulyadi kepada  anak empat orang siswa SMP yang berboncengan naik motor di Jalan Raya Subang – Bandung yang hendak menjenguk temannya yang hamil duluan.

 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Subang, Drs. Tatang Komara mengatakan,  bahwa statment Dedi Mulyadi merupakan hal yang positifkan.
Dalam tanggapannya Tatang Komara mengatakan jika pihaknya berterimakasih kepada Kang Dedi Mulyadi atas kepeduliannya terhadap Siswa di Subang.

“Kami berterimakasih kepada pak Dedi yang telah memberikan suport atau tindakan moril terhadap anak-anak tersebut, terkait dengan pernyataan pak Dedi yang menghendaki dilakukannya belajar tatap muka saya sesungguhnya setuju karena belajar online itu dinilai oleh kita tidak efektif,”ujar  Tatang, Kamis (7/1/2021).


Sebelumnya diketahui, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemui empat orang anak yang berboncengan satu motor tersebut ketika melintasi jalur perkebunan milik PTPN VIII di Kabupaten Subang saat hendak ke Jakarta.


Lanjut  Tatang mengatakan bahwa belajar tatap muka menjadi suatu keniscayaan dalam proses belajar-mengajar.

“Namun,  kekhawatiran pihak lain juga harus menjadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan, dan selama pandemik ini menyeluruh, tidak hanya gara-gara kejadian itu lantas menjadi keputusan daerah dan menjadi kebijakan umum tentu ada banyak hal yang wajib dipertimbangkan oleh Pemerintah Daerah,” ungkapnya.


Kami Pemerintah Daerah akan berpikir lebih dalam mengenai kondisi dan situasi hari ini, memang kejadian itu merupakan efek dari Covid-19 ini meskipun tidak signifikan, dan itu juga sudah saya sampaikan pada saat rapat koorniadinasi bersama Satgas,” katanya.


Efeknya anak-anak tidak terkontrol, tidak dijamin anak-anak belajar dirumah, tidak dijamin mereka tidak berkerumun buktinya memang mereka banyak keluyuran, bahkan saya lihat dalam absen dari 40 siswa satu kelas itu yang masuk hanya 17 orang dan semuanya sudah saya sampaikan di rapat koorniadinasi, mudah-mudahan ini juga menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan.
Kami  berharap dengan adanya kejadian ini bisa menjadi ajang refleksi untuk para siswa, guru dan orang tua siswa agar bekerja sama dalam mengontrol siswa.


 Guru harus bisa menjadi ayah atau ibu bagi anak-anak bukan hanya siswa tapi mereka sekaligus anak kita yang harus diperhatikan dengan sungguh.” pungkasnya. (bds)

Bagikan: