Gubernur Tidak Pro Buruh di Jawa Barat

SUBANG- Beritaaktuslnews. Com- Ratusan Buruh yang tergabung dalam KASBI, SPN, FSPMI, SPG YOUTEX, SPSI, FBPS, dan SBSI 92, melakukan aksi unjukrasa damai di gedung  DPRD Kabupaten Subang, Kamis (28/11/2019).

Kedatangan para buruh tersebut menilai bahwa Gubernur Jawabarat tidak pro terhadap semua buruh yang ada di Jawa Barat salah satunya Kabupaten Subang, dan Gubernur Jabar  telah mengirimkan surat edaran kepada pimpinan perusahaan yang ada di Jawa barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mengeluarkan surat edaran Nomor 561/75/ kepada seluruh pimpinan perusahaan di wilayah Jawa barat tentang pelaksanaan upah minimum Kabupaten/Kota Tahun 2020.


Berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar, diketahui bahwa nilai UMK Jawa Barat Tahun 2020 tertinggi ditempati oleh Kabupaten Karawang Rp 4.594.325, sedangkan terendah oleh Kota Banjar Rp1.831.885.


Dalam surat tersebut, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan,  bahwa upah minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, tahun 2020, akan dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan, seperti Pemprov Jawa Barat menyetujui rekomendasi besaran UMK Tahun 2020 yang diusulkan bupati/wali Kota.


Perusahaan wajib menyusun dan melaksanakan struktur dan skala upah dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi serta wajib diberitahukan kepada seluruh pekerja/buruh, dan melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Daerah Provinsi dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota.


Pemprov Jawa Barat, juga mendorong setiap perusahaan untuk melaksanakan perundingan bipartit untuk menetapkan upah dan besaran kenaikannya serta dilaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Daerah Provinsi dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota.


Pekerja, serikat pekerja/serikat buruh dan masing-masing perusahaan mengoptimalkan perundingan upah yang berkeadilan serta ditujukan untuk kesejahteraan pekerja, dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan dan kelangsungan usaha.


Sementara itu, koordinator  buruh perempuan di Kabupaten Subang Esti Setyorini mengecam keras terbitnya surat edaran nomor 561/75/Yanbangsos, tentang Pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2020. Pasalnya, penetapan UMK tersebut berbentuk surat edaran, bukan surat keputusan.


“Gubernur Jawa Barat sudah melakukan perbuatan melawan hukum. Karena dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah minimum ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur, bukan surat edaran, dan surat edaran tidak mengikat perusahaan. 
Tetapi hanya bersifat sukarela, dan ampaknya akan ada perusahaan yang tidak membayar UMK, karena yang namanya surat edaran tersebut boleh tidak dipatuhi.


Kami juga menilai, ini adalah kebijakan yang secara sistematis akan menghilangkan UMK, sebagai bentuk protes terhadap Gubernur Jawa Barat, Gabungan serikat Buruh yang ada di Kabupaten Subang menegaskan bahwa buruh yang ada di Kabupaten Subang akan melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 2 Desember 2019 mendatang.

Kami sangat  heran dengan sikap Gubernur Jawa Barat,yang telah menetapkan besaran UMK 2020 dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat yang menggunakan Surat Edaran.

Para buruh Subang,  mendesak agar Gubernur Jawa Barat menerbitkan Surat Keputusan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dan yang saat ini dilakukan para gubernur di provinsi lain.Berikut daftar UMK 2020 di Provinsi Jawa Barat (Jabar), ujar Esti.


Sedangkan UMK untuk Kabupaten di Jawa Barat paling besar yaitu Kabupaten Karawang Rp4.594.324,54, Kota Bekasi Rp4.589.708,90, Kabupaten Bekasi Rp4.498.961,50, Kota Depok Rp4.202.105,87,Kota Bogor Rp4.169.806,58,Kabupaten Bogor Rp4.083.670,00, Kabupaten Purwakarta Rp4.039.067,66, Kota Bandung Rp3.623.778,91, Kabupaten Bandung Barat Rp3.145.427,79, Kabupaten Sumedang Rp3.139.275,37, Kabupaten Bandung Rp3.139.275,37, Kota Cimahi Rp3.139.274,74, Kabupaten Sukabumi Rp3.028.531,71, Kabupaten Subang Rp2.965.468,00, Kabupaten Cianjur Rp2.534.798,99, Kota Sukabumi Rp2.530.182,63, Kabupaten Indramayu Rp2.297.931,11, Kota Tasikmalaya Rp2.264.093,28, Kabuaten Tasikmalaya Rp2.251.787,92, Kota Cirebon Rp2.219.487,67, Kabupaten Cirebon Rp2.196.416,09, Kabupaten Garut Rp1.961.085,70, Kabupaten Majalengka Rp1.944.166,36, Kabupaten Kuningan Rp1.882.642,36, Kabupaten Ciamis Rp1.880.654,54, Kabupaten Pangandaran Rp1.860.591,33 danKota Banjar Rp1.831.884,83. (bds)

Bagikan: