Fraksi – Fraksi DPRD Subang Mendukung Pinjaman Uang Rp 400 Milyar, dan Fraksi PDIP Tidak Setuju

SUBANG- Beritaaktualnews. Com- Dewan Pimpinan  Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Subang, Kamis (22/8/2019) menggelar sidang parpiurna  jawaban Eksekutif atas pandangan umum  Fraksi- Fraksi DPRD Kabupaten Subang terhadap nota pengantar Bupati Subang  atas permohonan pinjaman daerah, sidang paripurna tersebut, tidak dihadiri oleh 50 orang anggota dewan Subang, tapi hanya mencapai korum saja hanya di Gedung DPRD Subang.


 Sidang tersebut,  dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Subang H. Bangbang Irmayana, dan H. Asep Hadian, dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang Ruhimat tidak hadir dan jawaban Ekskutif yang di bacakan oleh Sekda Subang Drs. Aminudin MSi.


Menurut Sekda Subang Drs. Aminudin  menjelaskan, bahea kami ucapkan tetimakasih  atas koreksi dan pandangan umum  Fraksi PDIP terhadap nota pengantar tentang  permohonan pinjaman daerah.


“Usulan  persetujuan  injaman  daerah merupakan salah satu strategi untuk melaksanakan  misi kedua  TPJMD Kabupaten Subang tahun 20- 2023, untuk meningkatkan pembangunan ingrakstuktur, penataan  ruang yang berkaraktet  kebudayaan lokal dan Pemerintahan pembangunan Desa.


Pembangunan proyek- proyek tersebut,  sudah tercantum   pada perda nomer 4 tahun 3019, tentang  RJMD Kabupayen Subang, adapun bedaran pinjaman yang akan disampaikan  untuk kepentinga pembiayaan pembangunan  infrakstuktutr tersebut sebesar Rp 400 milyar.

Namun demikikan, dan pasti akan mendapatkan pertimbangan  sesusi dengan  formila  nilai pinjaman  yang ditetapkan  dalam ketentuan  pasal 7 ayat 1 PP 56 tahun 3028, berdasarkan indek debt service  ratio (DSCR) sebesar Rp2, terhadap  skema  pengembalian pinjaman daerah, dan saya  tegaskan  bahwa  pengembalian pijaman  akan di seledsikan  dalam waktu 4 hingga 5 tahun.


Sementara itu Fraksi Golkar, dan kami ucapkan terimskasih  dan apreeiasi yang setinggi- tinhginya  terhadap Golkar, yang telah memahami nota  pengantar tentang  permojonan  pinjaman daerah, dana pijaman daerah digunakan,   untuk yang dapat menghasilkan  multiplier effek sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka waktu panjang, dan dapat menghaslkan  pendapatan daerah”, ujar Sekda Drs. Aminudin ( bds)

Bagikan: