Bunga di Perkosa: Tersangka AYG di Tahan di Sel Mapolres Subang

SUBANG – Beritaaktualnews.Com -Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur hingga hamil dan melahirkan ramai di media sosial, Rabu (3/4/2019). Netizen menyebut pelaku pemerkosaan belum juga ditangkap. Padahal keluarga sudah melaporkan sejak Desember 2018 lalu.
Akun twitter @WidaNWP mencuit kasus ini pertama kali. Polisi dianggap lamban menangani kasus ini. 
“Ada kasus pemerkosaan pada anak usia 14 Tahun di salah satu daerah di Subang. Korban sampai hamil 6 bulan. Keluarga sudah melapor, namun pihak yang berwajib di daerah tersebut belum turun tangan. Kita  bantu Bunga mendapatkan keadilan,” kicaunya.
Akun tersebut menyebarkan foto bukti Laporan Polisi (LP). Didalam surat laporan tertulis tanggal pelaporan yakni 26 Desember 2018, dengan pelapor EST orangtua korban. Postingan diunggah pada hari Rabu (03/04), dengan 3.800 posting ulang dan disukai sebanyak 735 netizen.
Dalam laporan polisi itu disebutkan, orang tua korban yang tinggal di Serangpanjang itu curiga dengan perut anaknya yang masih berusia 14 tahun itu membesar. Orang tua akhirnya testpack si Bunga dan dinyatakan hamil 6 bulan. Kepada orang tuanya, korban mengaku telah diperkosa AYG sebanyak empat kali pada akhir tahun lalu.
Atas pengakuan putrinya itu, orang tua kemudian melaporkan ke pihak Polsek setempat. Namun akun twitter @WidaNWO itu menganggap pengusutan kasus ini lambat. Atas dasar inilah dia memposting kasus pemerkosaan itu di social media.
Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim polres Subang AKP Moch Ilyas Rustiandi menjelaskan bahwa pelaku yaitu AYG (21) sudah ditahan. Ia ditangkap 21 Maret 2019. “Kita sudah menangani secara profesional dan prosedural, sekarang pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan”, ujar Ilyas dikutip dari detik.com.
Soal tudingan lamban penanganan kasus ini, Ilyas membantahnya dan Kita melakukan sesuai SOP, karena pada saat naik ke penyidikan, ada beberapa hambatan. Salah satunya ada beberapa saksi yang usianya di bawah umur, secara rinci hambatan tersebut. Saksi di bawah umur harus memeriksanya secara khusus, baik dengan pendampingan orang tua maupun pihak terkait. Selain itu ilyas juga mengeluhkan saksi tidak selalu datang setelah surat panggilan dilayangkan, bahkan setelah beberapa kali dilayangkan baru datang.

Hasil pemeriksaan saksi di bawah umur itu baru diterima bulan februari, setelah kami terima, kami agendakan untuk melakukan gelar perkara sebagai bahan penetapan tersangka. Pada prinsipnya itu sudah di agendakan”, ujar Kasat Reskim Polres Subang  AKP ilyas
Aksi tidak terpuji ini dilakukan oleh pelaku AYG terhadap EFD. Dengan dalih mengerjakan tugas, AYG mengajak korban ke rumah pelaku, di saat itu korban dicabuli secara berulang kali.
Kasus ini baru terungkap oleh orang tua korban, setelah mencurigai perut anaknya yang terus membesar, setelah dilakukan pemeriksaan, bidan menyatakan EFD telah hamil dengan masa kandungan 7 bulan lebih dua minggu. Atas insiden ini pun korban harus melahirkan di usia muda di luar pernikahan dan putus sekolah dan
Pelaku kini mendekam di balik jeruji besi Mapolres Subang, pelaku terancam pidana Pasal 81 dan Pasal 82 UURI No. 35 Tahun 2014 Atas perubahan UURI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (bds)

Bagikan: