Alah Ma: Pupuk Bersubsidi Tanpa Hak di Jual, Diancam Pidana Kurungan 2 Tahun dan Denda Rp 3 Juta

SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Seorang  Pemilik Kios Elya Tani  yang menjual Pupuk bersubsidi tanpa hak di Kampung Sukasari Desa Cicadas Kecamatan Binong Kabupaten Subang di amankan Satreskrim Polres Subang.


Kapolres Subang, AKBP Aries Widiyanto SH didampingi WakaPolres Kompol Doni Eka Wicaksono, Kasatreskrim AKP M.Wafdan Mutaqin saat menggelar Konprensi Pers di Lantai dua Mapolres Subang Selasa (29/12/2020), mengatakan terungkapnya kasus penjualan pupuk bersubsidi jenis NPK poska dan urea tanpa hak tersebut  berdasarkan laporan masyarakat pada tanggal 17 September 2020, bahwa di salah satu kios pupuk Elya Tani di Desa Cicadas Binong  adanya penjualan pupuk bersubsdi jenis urea dan NPK Ponska tanpa hak.


Dari hadil  penyidikan bahwa Pemilik Kios Elya Tani , melakukan Penjualan Pupuk bersubsidi tidak sesuai Ketentuan Permendagri Nomor 15/M-DAG/ PER/4/2013.


Bahwa pengecer, penjual ,pengedar pupuk bersubsidi sektor pertanian berhak  harus memiliki hubungan kerja dengan distributor surat perjanjian Jual beli (SPJB).


Sejak 2014- 28 Juni 2020 sodara Nurlaeli pemilik Kios Elya Tani terdaftar  sebagai pengecer Pupuk bersubsidi yang di tunjuk oleh distributor PT.Bumi Persada sejati.


Akan tepi sejak 28 Juni 2020 Kios Eliya Tani milik Nurlaeli telah di Putus Kontrak Kerjasama oleh Distributor PT. bumi Persada Sejati.


Oleh karena itu Nurlaeli tetap melakukan Jual beli apupuk bersubsidi telah melakukan pelanggaran ketentuan tersebut”, ujar Kapolres.


Dalam kios tersebut polisi menemukan puluhan karung pupuk bersubsidi jenis NPK Ponska dan Urea yang siap di jual belikan atau di edarkan.
Pupuk bersubsidi tersebut di peroleh Nurlaeli, hasil membeli secara acak dari beberapa Kios diantaranya Kios pupuk dari Subang dan Indramayu.


Nurlaeli mengaku di peroleh Pupuk bersubsidi di beli setiap Kwintalnya  seharga Rp.230.000 di jual kepada petani dengan harga Rp.320.000- Rp.4.20.000. per Kwintalnya.
Menurut Kapolres , dalam kasus ini tersangka di jerat dengan pasal 6 ayat 1 huruf (b) Jo pasal 1 sub 3 (e) UU Darurat RI no 7 Tahun 1955 tentang pengusutan ,penuntutan,dan peradilan tindak pidana ekonomi Jo pasal 21 ayat (2) Pemendag RI No.15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor Pertanian jo pasal 2 ayat (1) dan pasal (2) peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2011 tentang perubahan atas peraturan presiden No 77 Tahun 2005 tentang penetapan Pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan.


Dalam pengungkapan kasus ini Polisi berhasil mengamankan sebanyak 50 karung pupuk Urea dan NPK Ponska dengan masing masing karung berisi 50 kg”, ungkapnya.


Tersangka diancam dengan hukuman Pidana selama 2 Tahun atau denda sebesar Rp.3juta .Pungkasnya( ade/bds)

Bagikan: