Ade Yoyop Bin Muhamad Rusdi Mengajukan Gugatan Atas Tindakan Melawan Hukum Kepada Tergugat

SUBANG-Beritaaktualnews. Com- Kuasa Hukum tergugat yakni DKM Masjid Al-Muttaqien Binong, Subang Dede Sunarya SH mengatakan, bahwa penggugat Ade Yoyop Bin Muhamad Rusdi mengajukan gugatan atas tindakan melawan hukum kepada tergugat yakni pengurus DKM Al Muttaqien. 


Menurut penasehat hukum Dede Sunarya usai sidang, Selasa (11/02/2020) mengatakan, seolah-olah penggugat menuduh, Pengurus DKM atau Yayasan Al Muttaqien, KUA dan BPN melakukan tindakan melawan hukum atas kepemilikan tanah penggugat yang diatas nya berdiri Masjid, KUA dan Sekolah.


“Penggugat ini salah sasaran, kalau dilihat dari sejarah berdirinya Masjid dan bangunan lainnya diatas tanah yang di klaim milik H.Rusdi. 


Tanah wakaf H.Rusdi tersebut, sekarang yang digunakan untuk Kantor KUA dan sepertiga lainnya digunakan untuk bangunan Masjid Al-Muttaqien.


Tapi anehnya kenapa Ahli waris H.Rusdi atau penggugat saudara Ade Yoyop menggugat semua lahan yang sekarang diatasnya berdiri Masjid KUA, PAUD, MI, MTs dan MA. 


Total keseluruhan tanah yang diatas nya berdiri beberapa bangunan tersebut bukan hanya wakaf dari H.Rusdi tapi ada wakaf dari H.Hidayat, Hj.Oneng dan H.Rambi.
Lanjut Dede bahwa, Masjid Al-Muttaqien tersebut sudah bersertifikat dan memiliki dua sertifikat tanah wakaf. 


Ada dua sertifikat diantaranya sertifikat lahan seluas 644 M2 yang digunakan untuk Masjid Al-Muttaqien dan Sertifikat lahan atas nama DKM Masjid Al-Muttaqien seluas 3.790 M2 yang diatas tanah tersebut berdiri Yayasan Al-Muttaqien dan beberapa bangunan lembaga pendidikan Islam seperti PAUD, MI, MTs dan MA.
Bahwa dirinya selaku kuasa hukum tergugat siap menghadapi penggugat di pengadilan.


Kita punya bukti kuat dan dukungan masyarakat juga, silahkan lanjutkan persidangan kita siap hadapi gugatan tersebut”, ujar Dede.


Sementara itu Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Edi Mulyadi menjelaskan sangat prihatin adanya gugatan terhadap sarana ibadah di kabupaten Subang.


”Kita prihatin adanya gugatan ahli waris terhadap sarana ibadah di Kecamatan Binong, termasuk didalamnya ada Kantor KUA juga yang sudah berdiri sejak 1958″ ucapnya.


Pihak Kementerian Agama Kabupaten Subang siap menghadapi gugatan para ahli waris dan kita memiliki bukti kuat

Kita miliki bukti catatan kuat tentang proses wakaf yang sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku tentang tanah wakaf, serta miliki dokumen tentang Ahli Waris, Persetujuan Ahli Waris dan semuanya sudah bersertifikat.


Adanya gugatan ahli waris terhadap tanah wakaf yang diatasnya sudah berdiri Masjid Al-Muttaqien yang cukup megah tersebut mulai ramai diperbincangkan oleh masyarakat dan masyarakat Binong sendiri kabarnya siap mempertahankan Masjid kebanggaan warga Binong tersebut”, kata Edi ( bds)

Bagikan: