Ditlantas Polda Jabar Bersama Kadisdikbud Jabar Menggelar Evaluasi Diseminasi Pengintegrasian Pendidikan Lalulintas

BANDUNG- Beritaaktualnews. Com- Ditlantas Polda Jabar bersama Kadisdikbud Jabar   menggelar Evaluasi Diseminasi Pengintegrasian Pendidikan Lalulintas pada pelajaran kewarga Negaraan (PPKN) bersama Kadisdik Kota/Kabupaten SeJawa Barat tahun 2019.


Acara Evaluasi Diseminasi Pengintegrasian Pendidikan Lalulintas pada pelajaran PPKN bersama Kadisdik Se Jawa Barat, yang digelar di Aula Bapenda Jawa Barat, jalan Sukarno Hata, Selasa (20/8/2019). 

Menurut Ditlantas Polda Jabar Kombespol Mohamad Aris mengatakan, dengan kegiatan diseminasi model pendidikan dinas lalu lintas ini merupakan bagian dari edukasi. Selain itu.

“Hal ini merupakan upaya antisipasi keselamatan serta menanamkan nilai-nilai persetujuan dan disiplin dalam berlalu lintas, dan p3ndidikan diseminasi lalu lintas ini, sangat bermanfaat bagi orang tua dan pelajar, dan anak usia muda memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi dan juga rentan terhadap perubahan lingkungan sekitar. 


Untuk menindak Lanjuti Kerjasama Dirlantas Mabes Polri  bekerja sama dengan kemendikbud, hal itu akan  ditintak lanjuti oleh Ditlantas Polda Jabar bersama Disdikbud Jabar, yang namanya lalulintas tidak bisa terlepas dari manusiannya, dan  patuh lalu lintas karena dari edukasi salah satunya, pendidikan ini mulai dari dasar, para guru ini bisa menjadi ikon. 


Bahkan mampu menjadi bagian mentransformasi penanaman nilai-nilai keselamatan lalu lintas kepada anak didik atau orang tua siswa, dan kesadaran berlalu lintas penting bagi keselamatan kita sendiri dan orang lain.

Dan saya berharap para guru memiliki peran dan fungsi yang sangat luar biasa, terutama guru SD bisa menjadi teladan atau pilar edukasi keselamatan lintas lintas sejak dini,” ujar Aris. 


Sementara itu tokoh masyarkat Subang H. Ade Rahmat menjelaskan, sebagai informasi penerapan pendidikan lalu lintas di sekolah sudah dimulai pada 2010, dengan membuat kesepakatan kerjasama atau konsultasi Polri dengan Kemendikbud. 


“Isi perjanjian ini telah disetujui kembali pada 2017, adapun strategi yang digunakan adalah mengintegrasikan nilai-nilai tertib lalu lintas dalam mata pelajaran disekolah, saat ini khusus di mata pelajaran PKN. 


Dengan masuknya mata pelajaran Lalulintas kepada Mata Pelajaran Kewarga Negaraan (PKN) sangat menyambut baik ,karena setelah keluar sekolah nanti jika mau membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM) telah memahami dan mengenal adanya dimata pelajaran di saat sekolah.


Sedangkan selama ini banyak warga masyarakat yang membuat SIM di saat mengikuti ujian tertulis banyak yang tidak memahami dikarenakan tidak pernah ada pelajarannya disaat sekolah,sehingga tidak lulus, tidak dipungkiri banyak Warga yang ingin memiliki SIM  terpaksa nembak, karena masih maraknya Oknum yang menjadi Percaloan SIM di Mapolres Subang”, H Ade ( bds)

Bagikan: